KOMPAS.com
menu menarik
YM
Mengenai Saya
Pengikut
crediT
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Jumat, Oktober 02, 2009
Selasa, September 15, 2009
Profesi yang Paling Disukai Orang di Dunia
Charlie Chaplin pernah bilang, “Cuma badut yang bisa membuat manusia terbang ke awan, bukannya para politikus yang tukang berantem,” mulai terbukti kebenarannya.
Profesi badut sebenarnya tak kalah tua dengan kemampuan manusia berpolitik praktis. Konon, sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, sudah ada manusia penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu.
Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan. Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan alias ngamen. Dengan kemampuan berpantomim dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia.
Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Lihat saja, hampir semua pelawak dan pemancing tawa kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol pun dikatai badut. Ya, sebagai istilah, badut memang mengalami perluasan makna.
Tapi kalau melihat sejarahnya, badut mengacu pada seseorang yang punya dandanan lucu (kadang meniru karakter komik). Selain itu, didukung make-up tebal cenderung menor, hingga kostum berwarna norak nan unik. Ditambah kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.
Di Abad Pertengahan (sekitar tahun 500 M hingga 1.500 M) contohnya, tersebutlah karakter badut yang sangat terkenal. Masyarakat Eropa, khususnya Italia, mengenalnya sebagai arlecchino atau harlequin, yang dipopulerkan kelompok sandiwara commedia dell' arte. Kostum yang digunakan pun masih sangat sederhana, belum se-ngejreng sekarang.
Sedangkan busana badut seperti yang dikenal sekarang, sesungguhnya hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18 M. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Cirinya, baju dan sepatu gombrong (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.
Pada abad ke-18 M ini pula, badut mulai menjadi bagian penting dari pertunjukan sirkus. Maklum, atraksi sirkus biasanya dipenuhi adegan-adegan akrobat yang menegangkan. Nah, kehadiran makhluk aneh pemancing tawa diharapkan bisa mengendurkan kembali urat saraf yang meregang. Hingga saat ini, aksi para badut tetap menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu.
Salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 M, adalah karakter Jocy yang diciptakan Joseph Grimaldi. Konon, kelebihan Jocy yang membuatnya dikenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankan. Jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.
Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton misalnya, mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.
Kini, badut-badut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan, Tentu, dengan beragam aksesori tambahan yang makin bikin geregetan. Uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapa pun yang memandangnya.
Barangkali benar kata penulis lagu beken Amerika, Cole Porter (1893-1964): “All the world loves a clown.” Ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.
Profesi badut sebenarnya tak kalah tua dengan kemampuan manusia berpolitik praktis. Konon, sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, sudah ada manusia penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu.
Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan. Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan alias ngamen. Dengan kemampuan berpantomim dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia.
Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Lihat saja, hampir semua pelawak dan pemancing tawa kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol pun dikatai badut. Ya, sebagai istilah, badut memang mengalami perluasan makna.
Tapi kalau melihat sejarahnya, badut mengacu pada seseorang yang punya dandanan lucu (kadang meniru karakter komik). Selain itu, didukung make-up tebal cenderung menor, hingga kostum berwarna norak nan unik. Ditambah kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.
Di Abad Pertengahan (sekitar tahun 500 M hingga 1.500 M) contohnya, tersebutlah karakter badut yang sangat terkenal. Masyarakat Eropa, khususnya Italia, mengenalnya sebagai arlecchino atau harlequin, yang dipopulerkan kelompok sandiwara commedia dell' arte. Kostum yang digunakan pun masih sangat sederhana, belum se-ngejreng sekarang.
Sedangkan busana badut seperti yang dikenal sekarang, sesungguhnya hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18 M. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Cirinya, baju dan sepatu gombrong (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.
Pada abad ke-18 M ini pula, badut mulai menjadi bagian penting dari pertunjukan sirkus. Maklum, atraksi sirkus biasanya dipenuhi adegan-adegan akrobat yang menegangkan. Nah, kehadiran makhluk aneh pemancing tawa diharapkan bisa mengendurkan kembali urat saraf yang meregang. Hingga saat ini, aksi para badut tetap menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu.
Salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 M, adalah karakter Jocy yang diciptakan Joseph Grimaldi. Konon, kelebihan Jocy yang membuatnya dikenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankan. Jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.
Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton misalnya, mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.
Kini, badut-badut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan, Tentu, dengan beragam aksesori tambahan yang makin bikin geregetan. Uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapa pun yang memandangnya.
Barangkali benar kata penulis lagu beken Amerika, Cole Porter (1893-1964): “All the world loves a clown.” Ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.
lagu sesat..
Lagu2 menyesatkan yg sudah terlanjur beredar dari generasi ke generasi...
1. "Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya...merah, kuning, kelabu..
merah muda dan biru...
meletus balon hijau, dorrrr!!!"
kenapa tiba2 muncul warna hijau ?
Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 !
2. "Aku seorang kapiten... mempunyai pedang panjang...kalo berjalan
prok..prok.. prok... aku seorang kapiten!"
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait
kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia tetap
konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia
bernyanyi: "mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)...kalo
berjalan prok..prok.. . . prok.."
nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia
bernyanyi : "mempunyai pedang panjang... kalo berjalan
dul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..." itu baru sesuai dg
kondisi pedang panjangnya!
3. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis
mandi ku tolong ibu...membersihkan tempat tidurku.."
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam
menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi
seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan
tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
4. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan
kulihat saja... banyak pohon cemara.. 2X"
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan
motivasi!
Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi
tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu
jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke
kanan aja, liatin pohon, gak maju2!
5. "Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke
Bandung..Surabaya. . bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku
lekas naik..keretaku tak berhenti lama"
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak- anak kalo sudah dewasa
maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta- Bandung dan
Jakarta-Surabaya!
6. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2
sepanjang hari dg tak jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri
lili..li..li. .li..li.. li..li"
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita
yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya
cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi
orang, atau orang sambil pegang burung ...... bukan burung kutilang !
7.. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum
susu.."
Ini jelas lagu orang dewasa dan bukan untuk konsumsi anak2 ! karena yg
disebutkan diatas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil.
Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem
ya minum susu dong !
8.Waktu gw seminar kesulitan belajar pada anak dikasih contoh lagu
nina bobo nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk
menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn
lagu yg "mengancam"
9.Bintang kecil dilangit yg biru...(Bintang khan adanya malem, lah
kalo malem bukannya langit item semua tuh ?)
10.Ibu kita Kartini...harum namanya. (Namanya Kartini atau Harum?)
11.Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka.(Nah,gak sopan
khan..)
12.Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun
kita....(kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin
sumur?)
13. Cicak, cicak di dinding, diam diam merayap, datang seekor
nyamuk...hap! ...lalu ditangkap. (emang cicak bisa nangkep, kalo bisa
juga pasti cicaknya langsung jatuh, kan nangkep pake tangan 2)
1. "Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya...merah, kuning, kelabu..
merah muda dan biru...
meletus balon hijau, dorrrr!!!"
kenapa tiba2 muncul warna hijau ?
Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 !
2. "Aku seorang kapiten... mempunyai pedang panjang...kalo berjalan
prok..prok.. prok... aku seorang kapiten!"
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait
kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia tetap
konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia
bernyanyi: "mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)...kalo
berjalan prok..prok.. . . prok.."
nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia
bernyanyi : "mempunyai pedang panjang... kalo berjalan
dul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..." itu baru sesuai dg
kondisi pedang panjangnya!
3. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis
mandi ku tolong ibu...membersihkan tempat tidurku.."
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam
menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi
seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan
tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
4. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan
kulihat saja... banyak pohon cemara.. 2X"
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan
motivasi!
Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi
tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu
jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke
kanan aja, liatin pohon, gak maju2!
5. "Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke
Bandung..Surabaya. . bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku
lekas naik..keretaku tak berhenti lama"
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak- anak kalo sudah dewasa
maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta- Bandung dan
Jakarta-Surabaya!
6. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2
sepanjang hari dg tak jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri
lili..li..li. .li..li.. li..li"
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita
yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya
cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi
orang, atau orang sambil pegang burung ...... bukan burung kutilang !
7.. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum
susu.."
Ini jelas lagu orang dewasa dan bukan untuk konsumsi anak2 ! karena yg
disebutkan diatas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil.
Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem
ya minum susu dong !
8.Waktu gw seminar kesulitan belajar pada anak dikasih contoh lagu
nina bobo nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk
menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn
lagu yg "mengancam"
9.Bintang kecil dilangit yg biru...(Bintang khan adanya malem, lah
kalo malem bukannya langit item semua tuh ?)
10.Ibu kita Kartini...harum namanya. (Namanya Kartini atau Harum?)
11.Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka.(Nah,gak sopan
khan..)
12.Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun
kita....(kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin
sumur?)
13. Cicak, cicak di dinding, diam diam merayap, datang seekor
nyamuk...hap! ...lalu ditangkap. (emang cicak bisa nangkep, kalo bisa
juga pasti cicaknya langsung jatuh, kan nangkep pake tangan 2)
Trik Telpon Gratis Provider Manapun!!!
Kucing TergEmuk Di Dunia!
Spoiler for Chubby: Seekor kucing bernama Chubby ini adalah peliharaan Xu Jiron dari Qingdao, provinsi Shandong, Cina bagian utara. Menurut Xu, dengan berat 2,5 stone (sekitar 15,875 kg) dan pinggang berukuran 27 inci , Chubby dipercaya merupakan kucing tergemuk sedunia. “Chubby naik lebih dari 2 pound setiap tahun – kukira masalahnya adalah dia lebih suka makan daging babi ketimbang ikan. Dia bisa menelan 4 – 5 potong daging babi mentah hanya dalam beberapa menit,” jelas Xu seperti diberitakan Ananova.com Namun jangan mengira dengan kondisi badan Chubby yang berat, si kucing tersebut gak becus jadi seekor kucing pengawas seperti kucing lainnya nih. “Dia menyerang setiap orang asing yang datang ke apartemen dengan mencakar mereka – dia cukup menakutkan,” tambah Xu lagi. Meski begitu, dokter hewan sih menganjurkan agar Chubby, seperti hewan peliharaan lainnya, melakukan diet yang sehat dan juga olah raga karena menurut dokter Chubby jelas-jelas menderita obesitas. sumber foto² si Chubby Spoiler for Chubby: Spoiler for Chubby: Spoiler for Chubby: | |
POSISI DI DEPAN KAMERA YG BIKIN KAMU TAMPAK CUTE
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
Spoiler for cute:
apa lagi yah posenya??
Spoiler for Apa lagi yah??:
ehm...
ini za deh yang terakhir posena...
Spoiler for ini za deh...:
paling mantap ..
cwe prito...
Spoiler for manis bgt dah:

Senin, September 14, 2009
Signal Telkomsel Menembus Alam Kubur
Kata-kata tersebut dijumpai pada spanduk yang dibentangkan pada gapura masuk ke area makam di daerah Probolinggo.
Jangan kaget dulu, itu bukanlah slogan maupun layanan baru dari Telkomsel. Ceritanya, Telkomsel bekerja sama dengan suatu media cetak mengadakan kompetisi gapura hias. Salah satu peserta membuat hiasan tersebut!!!
Jangan kaget dulu, itu bukanlah slogan maupun layanan baru dari Telkomsel. Ceritanya, Telkomsel bekerja sama dengan suatu media cetak mengadakan kompetisi gapura hias. Salah satu peserta membuat hiasan tersebut!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
