Siang menjelang zuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu hari Jumaat, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada di dalam Masjid. Ia nampak begitu khusyuk.
Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, melalui jendela, pintu, ventilation atau masuk melalui lubang pembuangan air. Pada setiap orang, Iblis juga masuk melalui telinga, ke dalam saraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jemaah yang hadir. Iblis juga melekat di setiap sejadah.
“Hai, Blis!“, Kiyai berseru, ketika baru masuk ke Masjid itu.
Iblis merasa terusik : “Kau kerjakan saja tugasmu, Kiyai. Tidak perlu kau melarang saya. Ini hak saya untuk mengganggu setiap orang dalam Masjid ini!“, jawab Iblis marah.
“Ini rumah Tuhan, Iblis! Tempat yang suci, kalau kau mahu mengganggu, kau lakukan diluar nanti!“, Kiyai coba mengusir.
“Kiyai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru“.
Kiyai termangu.
“Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu”
“Dengan apa?” tanya Kiyai.
“Dengan sejadah!” jawab Iblis
“Apa yang dapat kau lakukan dengan sejadah, Blis?”
“Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sejadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah yang sedikit, demi keuntungan besar!”
“Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru, Blis?”
“Bukan itu saja Kiyai…” tukas Iblis.
“Lalu?” Jawab Kiyai.
Iblis menjawab, “Saya juga akan masuk pada setiap designer sejadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para designer itu membuat sejadah yang lebar-lebar”
“Untuk apa?” tukas Kiai.
“Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiyai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sejadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya dapat ikut membentangkan sejadah“. jawab Iblis dengan yakin.
Dialog Iblis dan Kiyai terputus seketika.
Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sejadah. Keduanya berdampingan. Salah seorang memiliki sejadah yang lebar. Sementara yang seorang lagi, sejadahnya lebih kecil.
Orang yang punya sejadah lebar tanpa melihat kiri kanan terus sahaja membentangkan sejadahnya. Sementara, orang yang mempunyai sejadah lebih kecil, tidak sedap hati jika harus mendesak jemaah lain yang sudah terlebih dahulu datang.
Tanpa berfikir panjang, pemilik sejadah kecil membentangkan saja sejadahnya, sehingga sebahagian sejadah yang lebar tertutup sepertiganya. Kemudian keduanya melakukan sholat sunnah.
“Nah, lihat itu Kiyai!“, Iblis memulai dialog lagi.
“Yang mana?” Kiyai menjawab.
“Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka mempunyai sejadah yang berbeza ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka“. Seru Iblis yang kemudian lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiyai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunnah. Kiyai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya.
Pemilik sejadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sambil bangun dari sujud, dia membuka sejadahya yang tertindih, lalu meletakkan sejadahnya di atas sejadah yang kecil.
Hingga sejadah yang kecil kembali berada di bawahnya.
Dia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sejadah yang lebih kecil, melakukan perkara yang serupa.
Dia juga membuka sejadahnya, kerana sejadahnya ditindih oleh sejadah yang lebar.
Keadaan ini berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada ketika sholat wajib juga, kejadian-kejadian seperti ini beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, daripada menerima di bawah. Di atas sejadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya.
Siapa yang memiliki sejadah lebar, maka, ia akan meletakkan sejadahnya diatas sajadah yang kecil.
Sejadah sudah dijadikan Iblis sebagai perbedaan kelas. Pemilik sejadah lebar, diindentitikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain.
Dan pemilik sejadah kecil, adalah kelas bawahan yang setiap saat akan selalu menjadi subordinate dari orang yang berkuasa. Di atas sejadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
“Astaghfirullahal adziiiim“, ujar sang Kiyai perlahan.
Wallahu’alam Bisshawab
KOMPAS.com
menu menarik
YM
Mengenai Saya
Pengikut
crediT
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Selasa, September 15, 2009
Bersahabat Tanpa Pernah Tahu Telah Menikahi Pria yang Sama
Quote:
Dua orang wanita di Cina yang bekerja di sebuah pabrik di daerah Zhengzhou telah menjalin sebuah persahabatan tanpa pernah tahu bahwa mereka telah menikahi pria yang sama selama bertahun-tahun. Inilah yang terjadi atas dua orang wanita yang diketahui bernama Zhang Dandan dan Wang Na. Mereka memiliki hobi yang sama yaitu karaoke dan sering melakukannya berdua. Zhang tidak tahu suami Wang. Ia hanya tahu bahwa Wang baru beberapa tahun menikah dan memiliki seorang anak laki-laki. Sedang Wang tidak tahu suami Zhang. Hanya tahu suami sahabatnya itu mencari uang di luar kota sebagai pekerja konstruksi dan mereka berdua memiliki anak perempuan. Cui Bin, 42 tahun, memang nekat dengan kelakuannya itu untuk menikahi dua orang wanita secara sembunyi-sembunyi. Namun kenekatan itu akhirnya terbongkar ketika Wang cemburu mendengar suaminya berbicara di telepon dengan seorang perempuan. Saat sang suami selesai menelepon, Wang memeriksa nomor ponsel yang berbicara dengan suaminya. Wang pun segera menghubungi nomor itu. Alangka terkejutnya Wang ketika jawaban dari seberang mengatakan bahwa ia adalah istri Cui. Dan lebih terkejut lagi ketika Wang mengenali suara itu sebagai suara sahabatnya sendiri, Zang. Kontanmereka berdua berbalik memarahi Cui. Cui Bin akhirnya mengakui perselingkuhan yang dilakukannya. Namun ia mengaku melakukannya dengan alasan yang kuat. Pertama ia menikah dengan Zhang dan mendapat anak perempuan. Tapi ia ingin akan laki-laki. "Karena ada kebijakan satu keluarga satu anak di Cina, saya harus diam-diam menemukan perempuan lain," katanya. Dengan Wang ini ia memiliki anak laki-laki. Dengan kepiawaiannya, Cui sebelumnya bisa membagi waktunya untuk dua keluarga itu sampai kemudian terbongkar. Kasus ini berakhir di pengadilan. Cui dipenjara tiga bulan karena menikahi dua perempuan itu secara diam-diam. Keinginan tersembunyi yang tak terbendung seringkali dapat membuat seseorang menjadi nekat. Namun bagaimana pun juga melakukan perselingkuhan, apa pun alasannya, tidak dapat dibenarkan. Karena tidak hanya menyakiti orang yang diselingkuhi, namun juga akan berdampak secara emosional bagi anak-anak yang dilahirkan dalam keluarga itu. Niat hati ingin mendapatkan seorang anak laki-laki, namun lihatlah berapa orang yang akhirnya harus terluka akibat perbuatan tak bertanggung jawab ini. Keluarga yang dibangunnya dengan susah payah pun terancam bubar. |
Senin, September 14, 2009
Si Unyil ( friends and his girls )story and pics
pasti pada tau donk si Unyil...
tokoh boneka yg terkenal di tahun 80 an...


Si unyil


Hamid yang sampai sekarang masih lekat dengan sosok yang diperankan dalam film Si Unyil, Bambang Utoyo justru sebaliknya. Padahal, perannya jauh lebih penting daripada keduanya. Bahkan, dia pemeran utamanya. Sebab, Utoyo-lah yang mengisi suara Unyil untuk kali pertama.
Penampilannya sekarang memang sudah berubah. ”Kan waktu mengisi suara Unyil, saya masih umur sepuluh tahun,” kata
Utoyo saat ditemui di rumahnya di kompleks Delta Pekayon Jaya, Bekasi. Utoyo pada 20 Juni nanti akan genap 40 tahun"
Melani


JIKA teman-temannya sesama pemeran di serial Si Unyil nasibnya kurang beruntung, tidak demikian dengan Anita Mirawati. Wanita 45 tahun itu adalah pemeran Melani, satu-satunya teman Si Unyil yang digambarkan beretnis Tionghoa. Kini Anita menjadi pengusaha travel meski mengaku baru tahap merintis.
Ketika ditemui di rumahnya di kawasan Curug, Jatiwaringin, Anita mengaku sudah dua tahun ini aktivitasnya lebih
banyak dilakukan di rumah. Dia sudah tak lagi menerima tawaran pengisi suara dari banyak rumah produksi. ”Saya memilih jadi ibu rumah tangga saja. Apalagi, anak-anak beranjak dewasa,” katanya kepada Jawa Pos akhir pekan lalu."
Pak raden


JIKA nama perannya di serial Si Unyil cukup panjang, nama aslinya cukup pendek: Suyadi. Kini, pria 76 tahun itu tinggal di rumah sangat sederhana di sebuah gang sempit di kawasan Petamburan, Jakarta.
Rumah Suyadi bertipe 45 dan hanya ada dua kamar. Di rumah itu dia tinggal bersama dua pembantunya. Ketika ngobrol, gaya bicaranya persis dengan gaya bicara Pak Raden. Hanya, jika Pak Raden berkumis tebal, Suyadi tak punya kumis."
Pak Ogah


Film seri boneka Si Unyil pernah sangat populer di televisi
pada 1980-an. Kini kepopulerannya semakin tenggelam. Para
tokohnya pun nyaris tak terdengar. Begitu pula nasib mereka.
SALAH satu tokoh antagonis di serial Si Unyil
yang sempat sangat populer kala itu adalah Pak
Ogah. Dia berkarakter malas dan lebih suka
meminta-minta ketimbang bekerja.
Bagaimana sekarang nasib tokoh yang memerankan Pak Ogah? Nama lengkapnya Abdul Hamid. Tak sulit mencari rumahnya di Villa Jatirasa, Bekasi."
Nara sumbernya...http://film-unyil.blogspot.com/2009_03_01_archive.html
Sekarang, si unyil Sudah ngetop kembali lewat acara LAPTOP SI UNYIL.
Dan ternyata Si unyil sekarang..banyak cewenya



"
Sepandai pandainya tupai meloncat....
ketauan juga deh si Unyil...
habis dah si Unyil Di gantung deh..

Sebelumnya Sy minta maaf... Sy bercanda aja..."
tokoh boneka yg terkenal di tahun 80 an...
Si unyil
Spoiler for unyil:
Hamid yang sampai sekarang masih lekat dengan sosok yang diperankan dalam film Si Unyil, Bambang Utoyo justru sebaliknya. Padahal, perannya jauh lebih penting daripada keduanya. Bahkan, dia pemeran utamanya. Sebab, Utoyo-lah yang mengisi suara Unyil untuk kali pertama.
Penampilannya sekarang memang sudah berubah. ”Kan waktu mengisi suara Unyil, saya masih umur sepuluh tahun,” kata
Utoyo saat ditemui di rumahnya di kompleks Delta Pekayon Jaya, Bekasi. Utoyo pada 20 Juni nanti akan genap 40 tahun
Melani
Spoiler for melanie:
JIKA teman-temannya sesama pemeran di serial Si Unyil nasibnya kurang beruntung, tidak demikian dengan Anita Mirawati. Wanita 45 tahun itu adalah pemeran Melani, satu-satunya teman Si Unyil yang digambarkan beretnis Tionghoa. Kini Anita menjadi pengusaha travel meski mengaku baru tahap merintis.
Ketika ditemui di rumahnya di kawasan Curug, Jatiwaringin, Anita mengaku sudah dua tahun ini aktivitasnya lebih
banyak dilakukan di rumah. Dia sudah tak lagi menerima tawaran pengisi suara dari banyak rumah produksi. ”Saya memilih jadi ibu rumah tangga saja. Apalagi, anak-anak beranjak dewasa,” katanya kepada Jawa Pos akhir pekan lalu.
Pak raden
Spoiler for Pak raden:
JIKA nama perannya di serial Si Unyil cukup panjang, nama aslinya cukup pendek: Suyadi. Kini, pria 76 tahun itu tinggal di rumah sangat sederhana di sebuah gang sempit di kawasan Petamburan, Jakarta.
Rumah Suyadi bertipe 45 dan hanya ada dua kamar. Di rumah itu dia tinggal bersama dua pembantunya. Ketika ngobrol, gaya bicaranya persis dengan gaya bicara Pak Raden. Hanya, jika Pak Raden berkumis tebal, Suyadi tak punya kumis.
Pak Ogah
Spoiler for test doang kok:
Film seri boneka Si Unyil pernah sangat populer di televisi
pada 1980-an. Kini kepopulerannya semakin tenggelam. Para
tokohnya pun nyaris tak terdengar. Begitu pula nasib mereka.
SALAH satu tokoh antagonis di serial Si Unyil
yang sempat sangat populer kala itu adalah Pak
Ogah. Dia berkarakter malas dan lebih suka
meminta-minta ketimbang bekerja.
Bagaimana sekarang nasib tokoh yang memerankan Pak Ogah? Nama lengkapnya Abdul Hamid. Tak sulit mencari rumahnya di Villa Jatirasa, Bekasi.
Nara sumbernya...http://film-unyil.blogspot.com/2009_03_01_archive.html
Sekarang, si unyil Sudah ngetop kembali lewat acara LAPTOP SI UNYIL.
Dan ternyata Si unyil sekarang..banyak cewenya
Spoiler for Unyil:
Sepandai pandainya tupai meloncat....
ketauan juga deh si Unyil...
Spoiler for Unyil ktahuan:
habis dah si Unyil Di gantung deh..
Sebelumnya Sy minta maaf... Sy bercanda aja...
Minggu, September 13, 2009
”Segenggam garam”
”Segenggam garam”
Ada seorang tua yang bijak. Suatu pagi ia kedatangan anak muda . langkahnya gontai, air mukanya ruwet. Ia seperti sedang dirundung masalah. Anak muda itu menumpahkan semua maslahnya. Pak tua yang bijak mendengarkan dengan seksama.. Setelah tamunya tuntas bercerita, tiba tiba orang tua itu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya utnuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas. Diaduknya perlahan.
Minum dan katakan bagaimana rasanya!” kata pak tua itu singkat.
”Puih...!” Sang tamu meludah ke samping. ”Asin sekali. Tenggorokanku seperti tercekik,’ kata si pemuda itu lagi. Pak tua itu tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ketepian telaga di dalam hutan tak jauh dari tempat tinggalnya. Pak tua itu menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu diaduknya telaga itu.
”Ambil air dari telaga ini dan minumlah!” Setelah si pemuda selesai meneguk air itu pak tua bertanya, ”Bagaimana rasanya?” Segar , jawab pemuda itu. ”Apakah kamu merasakam garam di dalam air tiu?” ”Tidak”.
Pak tua itu tersenyum bijak. Ia menepuk punggung si pemuda dengan lembut. Dibimbingnya anak muda itu duduk bersimpuh di sisi telaga.
”Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layak segenggam garam. Tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya sama, dan memang akan tetap sama,” tutur pak tua.
”Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki, Kepahitan itu akan terasa tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak tua itu menatap si pemuda lembut. ”Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.” Setelah itu keduanya beranjak pulang.
Hari ini mereka sama sam belajar. Pak tua bijak itu kembali menyimpan, ”Segenggam garam” untuk anak muda lain yang mungkin datang membawa keresahan jiwa.
Sumber : Kekuatan Cinta, 30 Nasihat Bagi jiwa Perindu Nur Ilahi, Irfan Toni Herlambang
4 macam MAHAsiswa
Tau ngga gan kalo mahasiswa ternyata terbagi jadi 4 macam.... 
1. Kupu-kupu
2. Kura-kura
3. Kelelawar
4. Kutu buku
1. Kupu-kupu
Spoiler for Kupu-kupu":
Kupu-kupu: Kuliah-pulang, kuliah pulang
Kuliah cuman buat selingan, tujuan utamanya adalah PULANG. Macam2 yang dikerjaen setelah pulang, mulai nongkrong, ke mall, ke warnet ato ngegame. Mahasiswa yang kayak gini yang paling banyak.
Kuliah cuman buat selingan, tujuan utamanya adalah PULANG. Macam2 yang dikerjaen setelah pulang, mulai nongkrong, ke mall, ke warnet ato ngegame. Mahasiswa yang kayak gini yang paling banyak.
2. Kura-kura
Spoiler for Kura-kura:
Kura-kura: Kuliah-rapat, kuliah-rapat
Pencinta organisasi, tapi kadang kuliahnya agak terbengkalai. Hobby-nya jadi panitia OSPEK, panitia inilah, panitia itulah...
Pencinta organisasi, tapi kadang kuliahnya agak terbengkalai. Hobby-nya jadi panitia OSPEK, panitia inilah, panitia itulah...
3. Kelelawar
Spoiler for Kelelawar:
Mahasiswa yang kuliah malam, kerjaannya begadang gak jelas (biasanya karena mengerjakan suatu hal, kayak mabuk-mabukan dan lain-lain). Kalo bangun, bisa diatas jam 1 siang
4. Kutu buku
Spoiler for Kutu buku:
Seperti namanya, mahasiswa dengan target CUM LAUDE. Belajar sambil baca buku, makan sambil baca buku, berangkat ke kampus sambil baca buku, mandi sambil baca buku, tidur sambil baca buku, sampai2 mimpinya pun membaca buku. Hobby favorit: membaca buku sambil membaca buku
100 Hari Bersamamu
Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.”
Peter: “Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.” (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? permainan apaan?”
Tina: “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?”
Peter: “Baiklah…. lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan.”
Tina: “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”
Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus”
Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya… ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.”
Peter : “Boleh juga…”
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”, kemudian peramal itu
meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: “Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter: “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya”
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.” Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter…
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.. Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Tina, Aku sayang kamu…!”
Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina berhenti berdetak. Hari itu adalah hari ke 100…
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.”
Peter: “Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.” (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? permainan apaan?”
Tina: “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?”
Peter: “Baiklah…. lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan.”
Tina: “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”
Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus”
Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya… ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.”
Peter : “Boleh juga…”
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”, kemudian peramal itu
meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: “Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter: “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya”
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.” Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter…
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.. Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Tina, Aku sayang kamu…!”
Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina berhenti berdetak. Hari itu adalah hari ke 100…
Spoiler for quote:
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
Kamis, September 10, 2009
Fakta - fakta aneh dibalik kerajaan Arab Saudi
Saudi Arabia mengalir dengan riak tenang yang mempunyai gelombang besar di dalamnya, dan ditutup dengan arus kecil, seolah-olah semuanya baik-baik saja. Dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya, dari segi apapun, Saudi aman terkendali. Pemasukannya per tahun terus meningkat, atau paling tidak cenderung stabil, dan untuk beberapa puluh tahun ke depan, mereka tak akan terpengaruh dalam perangkap krisis ekonomi global. Jamaah haji yang sudah dipastikan membanjir bagai air bah setiap tahun merupakan salah satu jaminan besar, selain juga kekayaan minyak bumi yang berlimpah.
Hingga tak heran, anak muda Saudi mayoritas berpikiran tak perlu harus bekerja keras atau belajar dengan susah payah.
Toh semua itu tak menyembunyikan gejolak yang semakin panas di negara itu. Di satu sisi, para pemuda Saudi telah sedikit berani membuat riak-riak kecil. Mereka telah sadar bahwa selama ini, sejak bertahun-tahun lamanya, raja mereka—siapapun yang sedang berkuasa—telah mengebiri gerakan dan perkembangan Islam yang justru mereka lihat di negara-negara lain.
Ada ketertarikan yang besar pada sebagian pemuda Saudi untuk belajar mengenal gerakan Islam. Di negara itu, bayangkan, kerumunan lebih dari 10 orang akan selalu menjadi masalah. Apalagi di dalam masjid. Pada awalnya, para pemuda ini masih mau mengunjungi ulama-ulama yang mereka percayai seperti Shaykh 'Ali al-Khudhayr, Shaykh Nasir al-Fahd dan Shaykh Ahmad al-Khalidi. Namun seiring perkembangan yang cenderung makin membesar, maka semua ulama itu dibekuk pemerintah, dan dijebloskan ke dalam penjara dengan waktu yang tidak ditentukan. Dalih penangkapan itu adalah ketiga ulama ini merupakan pentolan kelompok Al-Muwahhidden, yang mempunyai banyak persenjataan dan bom. Para Syeh ini sampai detik terakhir mereka diringkus, membantah tuduhan tersebut.
Para pemuda Saudi berada dalam ketakutan dan kebingungan pada waktu yang bersamaan. Mereka sama sekali tidak mempunyai pengalaman menghadapi opresi penguasa. Otomatis mereka tidak lagi mempunyai tempat yang layak untuk bertanya. Mereka ketakutan karena peristiwa penangkapan itu bisa terjadi pada mereka. Bingung karena tak ada pula pengalaman terhadap konspirasi besar.
Mengapa Saudi sangat membatasi gerakan-gerakan Islam bahkan boleh dibilang memberangusnya? Ada beberapa fakta yang menarik untuk disingkap:

1. Rejim Saudi, seperti juga sebagian besar negara-negara Arab lainnya, adalah pemerintahan yang menyatukan antara yang benar (haqq) dan salah (batil). Aspek Haqq Saudi hanya bisa kita lihat dari simbol-simbol yang mereka pakai; bendera Saudi, klaim negara Islam, dan penerapan Syariah. Namun, di balik itu sebenarnya Saudi juga tak berbeda dengan negara sekuler lainnya.
2. Beberapa tahun sebelumnya, Saudi menggandeng Inggris untuk sama-sama memberantas gerakan Ikhwan di negaranya itu. Seorang anggota kerajaan pernah mengungkapkan hal ini. Sekarang, bukan rahasia lagi kalau Saudi akrab dengan AS. AS sudah dijadikan sebagai pelindung Saudi.
3. Komite Tetap Saudi (al-Lajnah ad-Da'imah) mengeluarkan fatwa: “Siapapun yang tidak membedakan antara Yahudi dan Kristen dan orang kafir lainnya dengan bangsa Muslim kecuali karena kebangsaannya, dan menganggap semua penguasa sama, maka dia adalah kafir.” Sebuah fatwa yang sesungguhnya membuat banyak orang berkerut dahi, namun efektif dalam meredam masyarakat Saudi. Karena, bukankah pemerintah Saudi sendiri persis seperti itu?
4. Perempuan Saudi tidak boleh menikah dengan laki-laki yang bukan dari Saudi. Dan seorang laki-laki Saudi tidak boleh menikah di luar Saudi kecuali sudah memenuhi persyaratan umur. Sebuah peraturan yang dibuat-buat karena Islam sendiri tidak cupat seperti ini.
5. Saudi membangun hubungan diplomatik dan non-diplomatik dengan negara-negara yang jelas telah membantai umat Islam dalam jumlah yang luar biasa banyak. Dalam hal ini yang mempunyai hubungan harmonis dengan Saudi adalah India, Russia, Filipina, Amerika (tentu saja!), Cina, dan Israel.
6. Amerika mempunyai basis militer di Saudi, dan pemerintah Saudi melarang rakyatnya yang mendoakan keburukan untuk Amerika di masjid-masjid di negara itu.
7. Rejim Saudi juga membantu dan mendirikan saluran-saluran TV yang banyak sekali saat ini. Selain TV, mereka juga membantu pendanaan media-media internasional.
8. Keluarga kerajaan Saudi tidak boleh dihina oleh siapapun. Jika ada yang melakukannya, maka akan dikenakan hukuman yang berat, bahkan dihukum mati. Tapi pemerintah Saudi tidak peduli kepada para pelaku yang menghina Allah dan agamaNya. Misalnya saja, seorang Saudi zindiq, Turki al-Hamd menulis sebuah buku berjudul “al-Karadeeb” dan di dalamnya terdapat kalimat “Jadi, Allah dan setan adalah dua wajah dengan satu penemuan”, tidak dikenakan hukuman apapun, dan bukunya yang penuh dengan cerita kekafiran beredar bebas di negara itu.
9. Ribuan orang terbantai di negara-negara Muslim di wilayah Arab, tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah dan rejim Saudi? Tidak ada. Rejim Saudi hanya menyuruh para Syeikh-nya untuk berdoa untuk umat Islam, dan masyarakatnya dianjurkan untuk mengumpulkan dana bantuan yang disebarkan ke seluruh dunia, utamanya untuk pembangunan masjid. Maka jangan heran, jika di sebuah pelosok terpencil di Indonesia misalnya, bisa ada sebuah masjid besar yang megah dengan tulisan di peresmiannya: "Sumbangan dari (kerajaan) Saudi..."
source:DISINI GAN
Hingga tak heran, anak muda Saudi mayoritas berpikiran tak perlu harus bekerja keras atau belajar dengan susah payah.
Toh semua itu tak menyembunyikan gejolak yang semakin panas di negara itu. Di satu sisi, para pemuda Saudi telah sedikit berani membuat riak-riak kecil. Mereka telah sadar bahwa selama ini, sejak bertahun-tahun lamanya, raja mereka—siapapun yang sedang berkuasa—telah mengebiri gerakan dan perkembangan Islam yang justru mereka lihat di negara-negara lain.
Ada ketertarikan yang besar pada sebagian pemuda Saudi untuk belajar mengenal gerakan Islam. Di negara itu, bayangkan, kerumunan lebih dari 10 orang akan selalu menjadi masalah. Apalagi di dalam masjid. Pada awalnya, para pemuda ini masih mau mengunjungi ulama-ulama yang mereka percayai seperti Shaykh 'Ali al-Khudhayr, Shaykh Nasir al-Fahd dan Shaykh Ahmad al-Khalidi. Namun seiring perkembangan yang cenderung makin membesar, maka semua ulama itu dibekuk pemerintah, dan dijebloskan ke dalam penjara dengan waktu yang tidak ditentukan. Dalih penangkapan itu adalah ketiga ulama ini merupakan pentolan kelompok Al-Muwahhidden, yang mempunyai banyak persenjataan dan bom. Para Syeh ini sampai detik terakhir mereka diringkus, membantah tuduhan tersebut.
Para pemuda Saudi berada dalam ketakutan dan kebingungan pada waktu yang bersamaan. Mereka sama sekali tidak mempunyai pengalaman menghadapi opresi penguasa. Otomatis mereka tidak lagi mempunyai tempat yang layak untuk bertanya. Mereka ketakutan karena peristiwa penangkapan itu bisa terjadi pada mereka. Bingung karena tak ada pula pengalaman terhadap konspirasi besar.
Mengapa Saudi sangat membatasi gerakan-gerakan Islam bahkan boleh dibilang memberangusnya? Ada beberapa fakta yang menarik untuk disingkap:
1. Rejim Saudi, seperti juga sebagian besar negara-negara Arab lainnya, adalah pemerintahan yang menyatukan antara yang benar (haqq) dan salah (batil). Aspek Haqq Saudi hanya bisa kita lihat dari simbol-simbol yang mereka pakai; bendera Saudi, klaim negara Islam, dan penerapan Syariah. Namun, di balik itu sebenarnya Saudi juga tak berbeda dengan negara sekuler lainnya.
2. Beberapa tahun sebelumnya, Saudi menggandeng Inggris untuk sama-sama memberantas gerakan Ikhwan di negaranya itu. Seorang anggota kerajaan pernah mengungkapkan hal ini. Sekarang, bukan rahasia lagi kalau Saudi akrab dengan AS. AS sudah dijadikan sebagai pelindung Saudi.
3. Komite Tetap Saudi (al-Lajnah ad-Da'imah) mengeluarkan fatwa: “Siapapun yang tidak membedakan antara Yahudi dan Kristen dan orang kafir lainnya dengan bangsa Muslim kecuali karena kebangsaannya, dan menganggap semua penguasa sama, maka dia adalah kafir.” Sebuah fatwa yang sesungguhnya membuat banyak orang berkerut dahi, namun efektif dalam meredam masyarakat Saudi. Karena, bukankah pemerintah Saudi sendiri persis seperti itu?
4. Perempuan Saudi tidak boleh menikah dengan laki-laki yang bukan dari Saudi. Dan seorang laki-laki Saudi tidak boleh menikah di luar Saudi kecuali sudah memenuhi persyaratan umur. Sebuah peraturan yang dibuat-buat karena Islam sendiri tidak cupat seperti ini.
5. Saudi membangun hubungan diplomatik dan non-diplomatik dengan negara-negara yang jelas telah membantai umat Islam dalam jumlah yang luar biasa banyak. Dalam hal ini yang mempunyai hubungan harmonis dengan Saudi adalah India, Russia, Filipina, Amerika (tentu saja!), Cina, dan Israel.
6. Amerika mempunyai basis militer di Saudi, dan pemerintah Saudi melarang rakyatnya yang mendoakan keburukan untuk Amerika di masjid-masjid di negara itu.
7. Rejim Saudi juga membantu dan mendirikan saluran-saluran TV yang banyak sekali saat ini. Selain TV, mereka juga membantu pendanaan media-media internasional.
8. Keluarga kerajaan Saudi tidak boleh dihina oleh siapapun. Jika ada yang melakukannya, maka akan dikenakan hukuman yang berat, bahkan dihukum mati. Tapi pemerintah Saudi tidak peduli kepada para pelaku yang menghina Allah dan agamaNya. Misalnya saja, seorang Saudi zindiq, Turki al-Hamd menulis sebuah buku berjudul “al-Karadeeb” dan di dalamnya terdapat kalimat “Jadi, Allah dan setan adalah dua wajah dengan satu penemuan”, tidak dikenakan hukuman apapun, dan bukunya yang penuh dengan cerita kekafiran beredar bebas di negara itu.
9. Ribuan orang terbantai di negara-negara Muslim di wilayah Arab, tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah dan rejim Saudi? Tidak ada. Rejim Saudi hanya menyuruh para Syeikh-nya untuk berdoa untuk umat Islam, dan masyarakatnya dianjurkan untuk mengumpulkan dana bantuan yang disebarkan ke seluruh dunia, utamanya untuk pembangunan masjid. Maka jangan heran, jika di sebuah pelosok terpencil di Indonesia misalnya, bisa ada sebuah masjid besar yang megah dengan tulisan di peresmiannya: "Sumbangan dari (kerajaan) Saudi..."
source:DISINI GAN
Jumat, September 04, 2009
Cerita Buat Mirna
Pada sepotong bambu, lelaki itu menuliskan kata-katanya dengan sebilah pisau yang dipanggang pucuknya. Lalu diletakannya potongan bambu itu di bawah pohon jati tua, tempat lelaki itu dan kekasihnya biasa bertemu. Inilah Mir, tulisan lelaki itu,
aku mengapung di telagamu
mendung pun gugurkan hujan
angin bertiup menuju tenggara
aku terjebak di gelisah matamu
mabuk aku oleh pesonamu
cintaku tak habis di makan waktu, di makan waktu
mendung pun gugurkan hujan
angin bertiup menuju tenggara
aku terjebak di gelisah matamu
mabuk aku oleh pesonamu
cintaku tak habis di makan waktu, di makan waktu
Begitulah kata-kata terakhir lelaki itu. Menurut seorang wanita pencari daun jati yang berpapasan dengannya di sebuah simpang jalan setapak, lelaki itu pergi bersama angin, menuju Tenggara.
Semenjak itu, Mir, tiada ada lagi kabar mengenai lelaki itu. Pun ketika gadis cantik yang dikenal orang sebagai kekasihnya menyusul ke arah Tenggara yang berujung di sebuah lautan, tak dijumpainya jejak kaki lelaki itu di sana.
Sempat berhari-hari kekasih lelaki itu menunggu di tepian pantai, sambil matanya terus awas memandang ombak laut yang bergelora. Sepanjang penantiannya, harapan perempuan itu pun seperti gelombang. Kadang membubung saat matanya menangkap layar perahu berkebaran di tengah samudra, tapi sesaat kemudian harapannya pecah menjadi buih ketika tak dijumpainya lelaki yang dicintainya bersama perahu yang menepi ke pantai.
Genap pada hari ke tujuh penantiannya, perempuan itu tak sadarkan diri. Wajahnya yang tirus semakin runcing karena tinggal kulit pembungkus tulang pada raganya yang mengenaskan.
Para nelayan yang menemukannya di bawah pokok kelapa yang telah tumbang, segera membawanya berteduh ke sebuah gubuk. Orang-orang mengira perempuan muda itu telah mati. Sebab tak ada lagi tanda kehidupan yang tampak padanya. Kecuali denyut lembut di nadi tangannya yang menandakan nyawanya belum sempurna pegat dari tubuhnya.
Para perempuan yang merubungnya menangis tersedu-sedu atas nasib perempuan muda yang tak pernah mereka kenal sebelumnya itu. Barangkali mereka merasa seperti menemukan anak gadis mereka sendiri yang kini papa dan tak berdaya.
Mendadak perempuan muda itu bergerak. Berbarengan dengan gerakannnya yang cuma sesaat, menggelindinglah sepotong bambu dari saku gaunnya. Salah seorang perempuan nelayan memungutnya. Meski tak mengerti dengan makna torehan di kulit potongan bambu tersebut, tapi perempuan nelayan itu merasakan getaran di kalbunya. Getaran mengharukan yang terpancar dari guratan-guratan indah yang dihiasi gambar bunga anggrek bulan.
Itulah, Mir, potongan bambu yang ditinggalkan sang pemuda. Itulah, Mir, potongan bambu yang pada tiap pagi dilemparkan ke laut oleh sang gadis, namun gelombang laut senantiasa mengantarkannya kembali ke pantai pada sore harinya.
Pada hari pertama pencariannya di pantai itu, sang gadis yang telah menambahi kata-kata balasan di bawah kata-kata sang pemuda, berharap, gelombang laut akan membawa potongan bambu tersebut kepada sang kekasih.
Tapi begitulah, balasan kata-katanya tak pernah sampai pada alamat yang dituju. Potongan bambu itu senantiasa balik ke si pengirim. Demikian senantiasa yang terjadi sepanjang tujuh hari sebelum sang gadis tak sadarkan diri saat senja, pada hari yang ke tujuh.
Tahukah kamu, Mir, apa yang terjadi kemudian?
Gerakan sesaat sang gadis yang mengejutkan para perempuan nelayan itu, kiranya gerakan yang mengantarkan sang gadis pada sebuah perjumpaan dengan dirinya sendiri.
Tapi begitulah, balasan kata-katanya tak pernah sampai pada alamat yang dituju. Potongan bambu itu senantiasa balik ke si pengirim. Demikian senantiasa yang terjadi sepanjang tujuh hari sebelum sang gadis tak sadarkan diri saat senja, pada hari yang ke tujuh.
Tahukah kamu, Mir, apa yang terjadi kemudian?
Gerakan sesaat sang gadis yang mengejutkan para perempuan nelayan itu, kiranya gerakan yang mengantarkan sang gadis pada sebuah perjumpaan dengan dirinya sendiri.
Sebuah perjumpaan yang penuh pesona. Sebab, baru kali itulah sang gadis menemukan wajahnya seelok-elok rupa. Tak cuma cahaya yang memancar dari tubuhnya, tapi juga wangi seribu bunga, wangi seribu bunga.
Inilah rupanya buah dari kesetiaannya pada pesan sang pemuda, jauh sebelum sepasang kekasih itu berpisah.
"Jika tiba saatnya, jangan pergi ke mana pun jua jika tak dengan dirimu sendiri," demikian pemuda kekasihnya itu berkata pada sebuah purnama raya.
Inilah rupanya buah dari kesetiaannya pada pesan sang pemuda, jauh sebelum sepasang kekasih itu berpisah.
"Jika tiba saatnya, jangan pergi ke mana pun jua jika tak dengan dirimu sendiri," demikian pemuda kekasihnya itu berkata pada sebuah purnama raya.
Itulah soalnya, Mir, sang gadis tetap berdiam diri di denyut nadinya yang tipis kendati orang-orang terkasih yang telah berlayar ke alam kubur mengajaknya pergi dengan sebuah kereta kencana.
Lalu tubuh bercahaya itu membibimbingnya pergi meninggalkan gubuk, pantai, para nelayan, dan tubuhnya sendiri yang mulai kaku.
Lalu tubuh bercahaya itu membibimbingnya pergi meninggalkan gubuk, pantai, para nelayan, dan tubuhnya sendiri yang mulai kaku.
Tak ada lagi kepedihan di hatinya. Kebahagiaan, Mir..., kebahagiaan benar-benar telah menguasainya. Sebab yang ada di hadapannya adalah taman yang di dalamnya mengalir sungai yang airnya sebening kaca dengan ikan aneka warna. Sementara di dua tepian sungai itu, menghampar tanaman bunga aneka rupa dengan burung-burung dan kupu-kupu yang senantiasa terbang rendah.
Kau tahu, Mir? Segala yang diinginkan sang gadis secepat kilat langsung ada di hadapannya. Maka kupu-kupu itu pun mengitarinya sesuai dengan keinginan sang gadis. Lalu ia pun minta sebuah simfoni yang dimainkan oleh burung-burung, angin, pohonan cemara, serta air sungai.
Sang gadis pun terlena dalam keindahan yang tak bertepi. Tapi...olala, mendadak ia disergap kerinduan pada kekasihnya. Belum sempat keinginannya itu terucap, mendadak sebuah suara yang amat dikenalinya memanggil dirinya.
Sang gadis pun terlena dalam keindahan yang tak bertepi. Tapi...olala, mendadak ia disergap kerinduan pada kekasihnya. Belum sempat keinginannya itu terucap, mendadak sebuah suara yang amat dikenalinya memanggil dirinya.
"Aku di sini, dinda," seru sang pemuda dari balik rimbun pohon bunga melati.
"Wahai kanda, engkaukah itu?" Sahut sang gadis setengah tak percaya.
"Inilah aku adanya, dinda."
Dan kupu-kupu di taman itu pun segera membimbing mereka dengan kepak sayapnya yang halus untuk segera bertemu.
"Tak pernah kutemui engkau secantik ini, dinda," kata sang pemuda ketika telah berhasil memegang jemari kekasihnya.
"Engkau juga kanda, parasmu tampan tak terkira."
Malam tiba. Bulan kembar memancar dengan cahayanya yang putih keunguan. Sepasang kekasih yang dirundung asmara itu kini menikmati wajah bulan dari tepian telaga.
Sambil menikmati nyanyian ganggang dan kunang-kunang, mereka mengenangkan hari-hari berat yang telah lewat.
"Mengapa kita ketemu di sini, kanda?"
"Sebab cuma di sini kita bisa mendapatkan cinta. Inilah tanah cinta itu, dinda."
"Cinta?"
"Ya, cinta."
"Cuma di sini kita bisa mendapatkan cinta?"
"Ya. Di luar tempat ini, cinta tak pernah bisa tumbuh dengan subur."
"Kenapa, kanda?"
"Karena tempat di luar tanah ini, telah kotor oleh tipu daya. Maka mereka yang mencoba mengejar cinta, pastilah akan jatuh dalam kesia-siaan."
"Seperti kita waktu itu, kanda?"
"Ya, seperti kita waktu itu. Saat semua hal, termasuk cinta, masuk dalam perhitungan untung rugi."
"Kamu menyindir ayahku?"
"Ayahmu cuma menuruti kebiasaan yang sudah hidup secara turun temurun, bahwa cinta hanya bisa tumbuh di atas tumpukan harta."
"Jadi tiada cinta selain di tempat ini, kanda?"
"Begitulah adanya."
"Tapi kenapa kita lahir? Bukankah kita lahir oleh cinta ayah dan ibu?"
"Kita lahir karena pemilik cinta menghendaki kita hidup. Ayah dan ibu kita hanya perantara bagi kelahiran kita."
"Lantas di mana cinta ketika kita mulai berada di rahim ibu?"
"Cinta tetap di sini, di tempat ini. Di otak serta hati ayah-ibu, tetap saja perhitungan adanya."
"Kenapa bisa begitu?"
"Sebab, di kehidupan kita yang dulu, sejak kecil kita cuma diajarkan bagaimana caranya agar kita bisa berjaya, tapi tidak diajarkan bagaimana caranya hidup mulia."
"Lalu apa manfaatnya para nabi diturunkan ke bumi?"
"Agar jadi saksi, bahwa cinta dan pemiliknya benar-benar ada."
"Tapi cinta cuma ada di sini, tidak di tempat lain?"
"Karenanya cuma sedikit penduduk di negeri cinta ini. Sebab, setelah para nabi mengajarkan cinta kepada penduduk bumi, hanya sedikit saja manusia yang mengerti makna cinta."
"Bukankah dulu banyak sekali manusia menyanyikan lagu cinta?"
"Sebagian kecil tahu maknanya, sebagian besar lainnya cinta cuma dijadikan bunga mulut yang juga tak terlepas dari perhitungan untung rugi."
"Lalu, kanda... apakah sebenarnya cinta itu?"
"Cinta adalah matahari yang memberi kehidupan bagi manusia, hewan dan tumbuhan; cinta adalah lautan yang memberi tempat bagi ikan-ikan; cinta adalah embun pagi yang mengelus bumi dengan kelembutan."
"Cuma memberi ya kanda?"
"Ya. Sebab jika kita memberi sekaligus meminta, itu berdagang namanya." "Lalu apa manfaatnya kita diberi pikiran dan tenaga?"
"Agar kita memiliki kekuatan untuk memahami dan mendapatkan cinta itu."
Bulan kembar telah tenggelam di cakrawala. Lalu kini muncul matahari yang berwarna jingga. Sepasang kekasih itu sepakat untuk menjelma sepasang burung camar. Kepada pemilik cinta mereka memohon agar diperkenankan terbang ke tujuh samudra.
* * *
Saat pagi menjelang, ketika para nelayan di pantai itu hendak mengubur jasad sang gadis, lima orang nelayan yang baru pulang melaut mengabarkan telah menemukan jasad seorang pemuda tak jauh dari tempat sang gadis ditemukan kemarin.
"Wahai kanda, engkaukah itu?" Sahut sang gadis setengah tak percaya.
"Inilah aku adanya, dinda."
Dan kupu-kupu di taman itu pun segera membimbing mereka dengan kepak sayapnya yang halus untuk segera bertemu.
"Tak pernah kutemui engkau secantik ini, dinda," kata sang pemuda ketika telah berhasil memegang jemari kekasihnya.
"Engkau juga kanda, parasmu tampan tak terkira."
Malam tiba. Bulan kembar memancar dengan cahayanya yang putih keunguan. Sepasang kekasih yang dirundung asmara itu kini menikmati wajah bulan dari tepian telaga.
Sambil menikmati nyanyian ganggang dan kunang-kunang, mereka mengenangkan hari-hari berat yang telah lewat.
"Mengapa kita ketemu di sini, kanda?"
"Sebab cuma di sini kita bisa mendapatkan cinta. Inilah tanah cinta itu, dinda."
"Cinta?"
"Ya, cinta."
"Cuma di sini kita bisa mendapatkan cinta?"
"Ya. Di luar tempat ini, cinta tak pernah bisa tumbuh dengan subur."
"Kenapa, kanda?"
"Karena tempat di luar tanah ini, telah kotor oleh tipu daya. Maka mereka yang mencoba mengejar cinta, pastilah akan jatuh dalam kesia-siaan."
"Seperti kita waktu itu, kanda?"
"Ya, seperti kita waktu itu. Saat semua hal, termasuk cinta, masuk dalam perhitungan untung rugi."
"Kamu menyindir ayahku?"
"Ayahmu cuma menuruti kebiasaan yang sudah hidup secara turun temurun, bahwa cinta hanya bisa tumbuh di atas tumpukan harta."
"Jadi tiada cinta selain di tempat ini, kanda?"
"Begitulah adanya."
"Tapi kenapa kita lahir? Bukankah kita lahir oleh cinta ayah dan ibu?"
"Kita lahir karena pemilik cinta menghendaki kita hidup. Ayah dan ibu kita hanya perantara bagi kelahiran kita."
"Lantas di mana cinta ketika kita mulai berada di rahim ibu?"
"Cinta tetap di sini, di tempat ini. Di otak serta hati ayah-ibu, tetap saja perhitungan adanya."
"Kenapa bisa begitu?"
"Sebab, di kehidupan kita yang dulu, sejak kecil kita cuma diajarkan bagaimana caranya agar kita bisa berjaya, tapi tidak diajarkan bagaimana caranya hidup mulia."
"Lalu apa manfaatnya para nabi diturunkan ke bumi?"
"Agar jadi saksi, bahwa cinta dan pemiliknya benar-benar ada."
"Tapi cinta cuma ada di sini, tidak di tempat lain?"
"Karenanya cuma sedikit penduduk di negeri cinta ini. Sebab, setelah para nabi mengajarkan cinta kepada penduduk bumi, hanya sedikit saja manusia yang mengerti makna cinta."
"Bukankah dulu banyak sekali manusia menyanyikan lagu cinta?"
"Sebagian kecil tahu maknanya, sebagian besar lainnya cinta cuma dijadikan bunga mulut yang juga tak terlepas dari perhitungan untung rugi."
"Lalu, kanda... apakah sebenarnya cinta itu?"
"Cinta adalah matahari yang memberi kehidupan bagi manusia, hewan dan tumbuhan; cinta adalah lautan yang memberi tempat bagi ikan-ikan; cinta adalah embun pagi yang mengelus bumi dengan kelembutan."
"Cuma memberi ya kanda?"
"Ya. Sebab jika kita memberi sekaligus meminta, itu berdagang namanya." "Lalu apa manfaatnya kita diberi pikiran dan tenaga?"
"Agar kita memiliki kekuatan untuk memahami dan mendapatkan cinta itu."
Bulan kembar telah tenggelam di cakrawala. Lalu kini muncul matahari yang berwarna jingga. Sepasang kekasih itu sepakat untuk menjelma sepasang burung camar. Kepada pemilik cinta mereka memohon agar diperkenankan terbang ke tujuh samudra.
* * *
Saat pagi menjelang, ketika para nelayan di pantai itu hendak mengubur jasad sang gadis, lima orang nelayan yang baru pulang melaut mengabarkan telah menemukan jasad seorang pemuda tak jauh dari tempat sang gadis ditemukan kemarin.
Para nelayan itu segera tahu apa maknanya. Itulah pengantin lelaki yang minta segera dijodohkan.
Saat warga tepian pantai menguburkan jasad si pemuda dan sigadis di sebuah bukit kecil, sepasang elang mengintip dari balik mega.
Saat warga tepian pantai menguburkan jasad si pemuda dan sigadis di sebuah bukit kecil, sepasang elang mengintip dari balik mega.
Di atas kuburan mereka, tertancap bambu kering bergambar anggrek bulan. Pada bambu kering itu, sang gadis melengkapi kata-kata sang pemuda yang sebelumnya telah ada. Inilah jawaban dari si gadis itu, Mir,
dan waktu, kekasih
waktu telah mengantarku
di negeri cinta kini aku berada
waktu telah mengantarku
di negeri cinta kini aku berada
Langganan:
Postingan (Atom)
